UKSW & Kemendiktisaintek Dorong Kopi Dusun Cukil Jadi Produk Unggulan Desa

Dusun Cukil – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terus memperkuat usaha kopi komunitas di Dusun Cukil, Kabupaten Semarang, melalui serangkaian pelatihan, pendampingan usaha, dan pembangunan identitas produk yang kuat.

Pelatihan Teknis dan Pemangkasan

Salah satu kegiatan awal adalah penyuluhan mengenai teknik dasar budidaya kopi, seperti pemangkasan dan peremajaan tanaman kopi robusta varietas nangka, yang sering disebut kopi nongko Cukil. Pemangkasan rutin membantu menjaga produktivitas tanaman tanpa harus mengganti pohon baru bila sudah tua atau tidak sehat.

Panen Selektif: Kunci Kualitas

Para petani diajak belajar “rahasia panen kopi” melalui pemilihan buah kopi yang matang sempurna. Jika panen mencampur buah yang belum matang atau terlalu matang, rasa kopi akan terganggu dan tingkat kafein bisa berubah. Oleh karena itu, buah merah segar menjadi standar yang diajarkan dalam proses panen.

Identitas Produk: Cerita, Branding, & Logo

Selain teknik budidaya dan panen, UKSW juga menggali cerita lokal kopi Cukil sebagai identitas produk. Kopi robusta nangka Cukil dikenal memiliki rasa manis seperti buah nangka, yang menjadi ciri khas dan kebanggaan warga. Identitas ini kemudian diperkuat melalui:

  • Pembuatan logo dan identitas visual oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual
  • Perancangan strategi pemasaran digital oleh mahasiswa Bisnis Digital
  • Pengemasan produk agar lebih menarik dan sesuai standar pasar

Kewirausahaan Sosial dan Pengolahan Pasca Panen

Program ini juga mencakup pembangunan sistem usaha kopi yang lebih adil dan berkelanjutan. Dukungan diberikan dalam bentuk:

  • Bantuan alat pasca panen seperti huller dan pulper
  • Pendampingan pengemasan dan pemasaran
  • Peningkatan akses ke pasar agar produk kopi Cukil memiliki daya saing lebih besar

Harapan dan Tantangan

Harapan warga dan pihak UKSW adalah agar kopi Cukil bisa menjadi produk desa yang dikenal tidak hanya secara lokal, tetapi juga tingkat nasional, dengan harga yang adil dan kualitas terjaga.

Tantangan yang dihadapi antara lain:

  • Menjaga konsistensi pemangkasan dan pemeliharaan tanaman
  • Menjamin kontinuitas panen dengan seleksi buah yang tepat
  • Memastikan akses pasar yang menghargai kualitas dan cerita produk
  • Menjaga semangat komunitas agar usaha tetap partisipatif dan berkeadilan

Kesimpulan

Dengan kombinasi pelatihan teknis, panen selektif, branding, dan dukungan dari akademisi serta pemerintah, Kopi Dusun Cukil sedang dibangun menjadi lebih dari sekadar usaha pertanian. Kopi ini menjadi identitas desa, sumber daya ekonomi, sekaligus peluang berkelanjutan yang bisa membawa nama Dusun Cukil ke pasar nasional.